Tampilkan postingan dengan label ibu mertua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu mertua. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 April 2015

Ibu mertuaku, Ibu mertua yang super

Tulisan ini diikutkan dalam rangka posting serentak #K3BKartinian yang bertema tentang Ibu mertua.
Dan ini pertama kalinya nulis tentang beliau.

Alhamdulillah hampir 4 tahun Saya mempunyai ibu mertua yang super baik dan cantik. Kami menyebut ibu suami dengan "Ibu Lamongan" karena memang suami dari kota Lamongan, Jawa Timur. Sedangkan ibu kandung saya, kami menyebutnya" Ibu Semarang" karena saya asli Semarang, Jawa Tengah.

Saya pernah bertanya saat masa- masa perkenalan (pacaran) dengan lelaki yang kini jadi suami saya, menurut saya itu pertanyaan klasik yang saya sendiri tidak yakin jawaban itu nantinya akan menjadi suatu hal yang lewat begitu saja atau memang jawaban itu saya butuhkan untuk lebih meyakinkan saya setelah mendengar pernyataan langsung dari si calon suami:
"Saya wanita ke berapa dalam hidupnya mas?"
Tanpa ragu calon suami waktu itu jawab : "kedua".
Saya langsung diam, eh si mas menyambung lagi:
"yang pertama ibu".
Saya pun lega dan sangat terkesan dengan jawabannya, menurut saya tidak over gombal. Hihihi

Yah, sejak saat itu saya diam-diam mengagumi sikap suami ke ibu mertua.kenapa diam-diam? Karena kalau suami tahu bisa GR (gede roso) alias besar kepala. Hahaha
Suami saya anak bungsu dari tiga bersaudara, laki-laki sendiri. Itu artinya saya satu-satunya menantu perempuan (*info yg gak penting ini mah hahaha).

Sejauh saya mengenal suami, ternyata diluar prediksi saya, si suami sangat sangat menghormati & perhatian ke ibunya. Terkadang kalau ada masukan/saran dari ibu mertua& saya yang berbeda  pandangan (sama-sama positif), suami akan mengutamakan masukan/ saran dari ibunya terlebih dahulu. Apakah saya marah? Tentu tidak, justru Saya sangat bangga karena saya tahu seorang laki-laki walaupun sudah menikah, ibu kandung harus lebih diutamakan dari pada isteri. (Semoga gak salah ya buibu?)

Dan ini menjadi sesuatu yang membuat saya bahagia. Saya pernah baca artikel, kurang lebih bisa disimpulkan begini:  "Dapatkanlah laki-laki yang menghormati ibunya, insyAllah dia akan menghargai pasangannya".
Hal ini tidak lantas membuat saya besar kepala, tetapi semoga ini menjadi doa dengan harapan yang lebih baik.

Awal menikah kami memang langsung merantau ke Jakarta dan memulai semuanya dari nol. Dan tidak jarang ibu mertua telfon saya menanyakan tentang finansial keluarga kecil kami. Walapun saat itu kami masih pas-pasan kami selalu bilang kalau kami cukup. Kami tahu mereka mungkin tidak tega apalagi suami anak bungsu, tapi kami ingin belajar mandiri. InsyAllah dalam kesulitan ada solusi kemudahan.

Banyak hal yang membuat saya nyaman dengan ibu mertua. Saya sering sharing tentang resep masakan, saya banyak tanya resep masakan khas jawa timuran yang favoritnya suami ke beliau.  Alhamdulillah beberapa masakan sudah jago memasak. Gampang-gampang susah itu membuat dadar jagung Jawatimuran. Sampai sekarang kadang berhasil kadang gagal. Hihihi

Sekali lagi, saya sangat bersyukur. Dimana ada beberapa teman yang curhat kalau mereka mempunyai hubungan yang tidak baik dengan mertua. Bahkan ada yang terang-terangan menjelekkan ibu mertua di sosmed, saya cuma bisa istigfar, Naudzubillah. Terlepas baik atau buruk sikap Ibu mertua ke menantunya, menantu juga harus menjaga aib ibu mertua. Alhamdulillah, saya mempunyai ibu mertua yang sangat baik&perhatian, dan cantik. Semoga hubungan dan komunikasi yang baik ini terjalin selamanya dan semakin baik.Amiin

Saat ini saya mempunyai anak gadis 2,5th. Si gadis paling hobi nyanyi. Dan kalau saya &si gadis nyanyi burung kakak tua, ada lirik yang kami ganti seperti ini:
"Burung kakak tua, hinggap di jendela
Nenek sudah tua, kok masih cantik saja".

Selamat Hari Kartini,
Untuk ibu semarang juga

Depok, 21 April 2015